7 Tanda Anak Terlambat Berjalan atau Bicara yang Perlu Diperhatikan
Oleh Tim Care Physio · Dipublikasikan 21 Juni 2026
Sebagai orang tua, wajar jika Anda kadang membandingkan perkembangan si kecil dengan anak seusianya lalu bertanya-tanya, "Apakah anak saya sudah seharusnya bisa ini?" Penting untuk diingat bahwa setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Tonggak perkembangan (milestone) seperti duduk, merangkak, berjalan, dan bicara adalah rentang waktu, bukan tenggat yang kaku. Artikel ini membantu Anda mengenali tanda-tanda yang sebaiknya diperhatikan, tanpa perlu cemas berlebihan, sekaligus memahami kapan konsultasi dini dapat bermanfaat.
Milestone adalah rentang, bukan garis batas
Dua anak yang sama-sama sehat bisa mencapai kemampuan yang sama pada usia yang berbeda. Ada bayi yang berjalan di usia 11 bulan, ada pula yang baru melangkah mantap mendekati 16 bulan — keduanya masih dalam batas normal. Karena itu, satu tanda saja biasanya bukan alasan untuk panik. Yang lebih perlu diperhatikan adalah pola: keterlambatan yang menonjol, beberapa tanda yang muncul bersamaan, atau kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai lalu menghilang.
7 tanda yang perlu diperhatikan
Berikut beberapa tanda yang umumnya menjadi alasan untuk berkonsultasi lebih lanjut. Anggap ini sebagai panduan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan, bukan sebagai alat diagnosis sendiri.
- Belum bisa duduk sendiri sekitar usia 9 bulan — bila di usia ini anak masih sangat membutuhkan sokongan penuh dan belum mampu menjaga posisi duduk, hal ini perlu dievaluasi.
- Belum bergerak berpindah tempat — sekitar usia 9–10 bulan, banyak anak mulai merangkak, mengesot, atau berusaha bergeser untuk meraih benda. Belum adanya keinginan atau cara untuk berpindah tempat patut diperhatikan.
- Belum berjalan mandiri di usia 18 bulan — sebagian besar anak sudah dapat melangkah tanpa berpegangan menjelang usia ini. Belum berjalan di usia 18 bulan adalah salah satu tanda yang umum dirujuk untuk pemeriksaan.
- Belum menunjuk atau memberi isyarat di usia 12–15 bulan — menunjuk benda yang diinginkan, melambai, atau menggeleng adalah bentuk komunikasi awal yang penting. Ketiadaan isyarat ini bisa berkaitan dengan perkembangan bicara dan sosial.
- Sangat sedikit atau belum ada kata di usia 18–24 bulan — di usia 18 bulan banyak anak memiliki beberapa kata bermakna, dan menjelang 24 bulan mulai menggabungkan dua kata. Kosakata yang sangat minim pada rentang ini perlu didiskusikan.
- Tidak merespons saat dipanggil nama — bayi umumnya menoleh ke arah suara dan menanggapi namanya menjelang usia 9–12 bulan. Konsistennya tidak ada respons (setelah pendengaran dipastikan baik) sebaiknya diperiksa.
- Kehilangan keterampilan yang sudah dikuasai — ini adalah tanda yang paling perlu segera ditindaklanjuti. Bila anak yang tadinya sudah bisa mengoceh, melambai, atau berjalan tiba-tiba kehilangan kemampuan tersebut, segera konsultasikan ke dokter.
Mengapa deteksi dini bermanfaat
Otak anak pada tahun-tahun pertama sangat lentur dan mudah belajar. Karena itu, mengenali keterlambatan lebih awal memberi kesempatan lebih besar untuk memberikan stimulasi yang tepat pada saat yang paling efektif. Pemeriksaan dini juga sering kali justru menenangkan: pada banyak kasus, hasilnya menunjukkan anak berkembang normal dan orang tua pulang dengan rasa lega serta panduan stimulasi di rumah. Tujuannya bukan menempelkan label, melainkan memastikan setiap anak mendapatkan dukungan yang ia butuhkan.
Bagaimana fisioterapi anak dapat membantu
Bila diperlukan, fisioterapis anak dapat menilai pola gerak, kekuatan, dan keseimbangan si kecil, lalu menyusun program stimulasi yang sesuai usia dan kondisinya. Beberapa pendekatan yang umumnya digunakan untuk mendukung tumbuh kembang motorik antara lain:
- Pendekatan DNS (Dynamic Neuromuscular Stabilization) — melatih kembali pola gerak dan stabilitas tubuh yang secara alami dipelajari bayi, untuk mendukung perkembangan motorik yang lebih efisien.
- Baby Gym — latihan gerak terstruktur yang menstimulasi kekuatan otot, koordinasi, dan tonggak motorik seperti tengkurap, merangkak, dan berdiri.
- Baby Spa — aktivitas di air yang membantu melatih gerak, relaksasi, dan kesadaran tubuh anak dalam suasana yang menyenangkan.
Di Care Physio, layanan fisioterapi anak berada dalam satu klinik terintegrasi bersama layanan psikologi. Artinya, bila perkembangan bicara atau sosial juga menjadi perhatian, dukungan psikolog tersedia di tempat yang sama sehingga penanganan dapat dilihat secara menyeluruh. Seluruh penanganan dilakukan oleh fisioterapis ber-STR.
Kapan sebaiknya berkonsultasi
Anda tidak perlu menunggu semua tanda muncul untuk berkonsultasi. Bila Anda memperhatikan salah satu tanda di atas, merasa ada sesuatu yang berbeda, atau anak kehilangan kemampuan yang sudah dikuasai, ada baiknya mendiskusikannya dengan dokter atau fisioterapis. Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan bukan pengganti pemeriksaan langsung; hanya penilaian tatap muka yang dapat memberikan gambaran akurat tentang kondisi anak Anda. Mengenali sejak dini adalah bentuk perhatian, bukan tanda ada yang salah pada Anda sebagai orang tua — dan sering kali, langkah kecil untuk bertanya hari ini memberi ketenangan yang besar.
Punya pertanyaan tentang kondisi Anda?
Konsultasikan dengan tim Care Physio lewat WhatsApp.
Booking via WhatsApp